Selasa, 28 Desember 2010

New Blogs

silakan kunjungi New Blogs baru kami di :  http://latimojong.wordpress.com/
untuk info yang lebih lengkap makasih.

Sabtu, 10 Juli 2010

G. Gandang Dewata 3037 mdpl

PUNCAK G. GANDANG DEWATA 3037 MDPL
WILD EXPEDITION 9 GUNUNG GANDANG DEWATA 3037 MDPL    
   Gunung Gandang Dewata adalah salah satu gunung tertinggi yang terletak di kawasan bagian Barat Sulawesi (pegunungan Quarlesi) dan gunung tertinggi kedua di Sulawesi setelah gunung Latimojong (3478 Mdpl) yang terletak di kabupaten Enrekang. Gunung Gandang Dewata tepat berada di kabupaten Mamasa berbatasan dengan kabupaten Mamuju yang mempunyai ketinggian 3037 mdpl Sejarah gunung ini diberi nama Gandang Dewata yaitu apabila ada orang yang masuk hutan, apakah dia mau mengambil hasil hutan atau mendaki, maka apabila terdengar suara gendang dari puncak gunung berarti orang tersebut sudah meninggal. Yang menjadi misterinya adalah siapa yang memukul gendang itu?.      Kalau rasio ingin menjangkau hal seperti itu adalah hal yang mustahil. Dari kota Mamasa saja gunung Gandang Dewata tidak terlihat, yang terlihat hanya gunung Mambulilling (2573 Mdpl) yaitu gunung pertama dari tujuh gunung sebelum gunung Gandang Dewata
     jalur menuju Gandang Dewata hingga puncak pertama kali dirintis oleh warga setempat pada tahun 1963. selanjutnya pada tahun 1993, mapala dari salah satu pengurus tinggi di Yogyakarta melakukan pendakian. Sejak itu, mulailah dikenal istilah adanya pos 10 di gunung ini.
     Untuk sampai kepuncak gunung, harus melewati 10 pos dengan kondisi medan yang sangat berat. Pendaki harus melintasi 9 gunung, yakni Gunung Lante Bobbok, parandangan, Pappandangan, Lantang Lomo, Lombok Silenda, Damak-damak, Penga, Naik Daeng dan terakhir Gandang Dewata. Maka dari itu kami dari KPA GARIS Palopo ingin menaklukkan dan menapakkan kaki di puncak gunung gandang dewata tersebut dalam wild Expedition 9
     Gunung yang terletak dibawah pengawasan administratif tiga kabupaten ini yaitu, Kabupaten Mamasa, Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Kalumpang di propinsi Sulawesi Barat. Puncak gunung ini juga merupakan puncak tertinggi dari jejeran pegunungan yang terbesar di pulau Sulawesi yaitu pegunungan Quarles. Butuh waktu 7 hingga 15 hari di lapangan, yang dikarenakan lokasinya yang cukup rumit dan susahnya akses transportasi. Hal ini menyebabkan gunung ini jarang sekali didaki. Namun keindahan pemandangan dari puncak gunung ini tidak kalah dengan gunung lainnya.
     Sebenarnya jumlah personil untuk wild espedition ke 9 ini awalnya berjumlah 10 orang lebih tapi karna banyaknya halangan akhirnya kami berangkat hanya bertiga yaitu : saya ayyung dari KPA Garis andry dari KPA Ranting dan yang terakhir adalah Mail dari KPA Walet. Kami berangkat dari palopo minggu  27 juni 2010 dari polmas lanjut ke mamasa dengan membayar 50 ribu dengan jalan yang jelek dan penuh dengan lumpur. Tepat jam 9pm kami tiba di rumah pak daud. Pak daud adalah mantan Mantri kesehatan tetapi dia juga di jadikan sebagai juru kunci Gunung Gandang Dewata 3037 mdpl. Kalau mau menuju kota mamasa sebaiknya hari senin dan kamis karna pada hari itu adalah hari pasar ramai di mamasa tentunya banyak kendaraan.
     Pada pagi hari senin sebelum memulai perjalanan kami di suru oleh pak daud untuk melapor di kapolsek. Kami diberi waktu 10 hari untuk mendaki puncak pegunungan Quarles itu. Setelah melapor kami di lepas oleh pak daud.. kami start sekitar jam 11am dari kampung baru ke desa terakhir yaitu rante pongkok, sebenarnya ada ojek untuk ke sana dengan bayaran sekitar 15 ribu tapi kami memilih berjalan kaki sekalian pemanasan. Disepanjang perjalanan menuju rante pongkok kami disapa oleh penduduk dengan sangat ramah.
     Selepas dari kampung rante pongkok kami memasuki persawahan, kemudian dilanjutkan jalanan setapak menyusuri pinggiran sungai setelah melewati sungai kami sampai di percabangan semestinya kami memilih jalan terus tetapi karena hujan yang cukup lebat kami tak melihat tanda-tanda tak sengajah kami membelok ke arah atas menuju kebun warga.mungkin sekitar  2kilometer mendaki kami bertemu dengan pak tani.kami pun bertanya jalan menuju pos1 ke arah mana, sambil tersenyum pak petani menjawab kamu salah jalan sebenarnya percabangan ada di daerah bawah .
      Akhirnya kami memutuskan untuk kembali di persimpangan dan memilih jalur yang tepat menuju pos1. Kami menyusuri pinggir sungai sekitar 30 menit dari persimpangan kami menemukan sungai kecil dan disitu terdapat persimpangan tetapi sudah banyak tanda-tanda di sepanjang sungai. Ketika menemukan sungai kecil jalan sudah menanjak dan lumayan licin di atas sungai itu terdapat tanah datar dengan diameter  6 m2, kami akhirnya memasang tenda di tempat itu karna tenaga kami sudah terkuras dengan salah jalur sebelumnya.malam itu kami lalui dengan kurang nyaman karna banyak nyamuk yang masuk kedalam tenda…. :
     Keesokan harinya kami melanjutkan perjalan tampa sarapan karna kami tahu ada sungai di jalur berikutnya dan kami memutuskan sarapan di pinggir sungai setelah menyebrang kami menemukan pos 1 tepat di pinggir sungai, setelah sarapan kami memutuskan melanjutkan perjalanan ke pos 2, dengan tanjakan yang sangat berat dengan rempetan vegetasi pohon palem kami sampai di pos 2 sekitar jam 11am setelah pemasangan pos2KPA GARIS kami melanjutkan tak lama kami berjalan hujanpun turun dengan deras dan tiba-tiba pergelangan lutut saya sangat sakit, sesampai di pondok saya memutuskan untuk istirahat untuk hari itu karna lutut saya sudah tak tertahankan kami pun memasang POS3 KPA GARIS.sore itu saya gunukan untuk memulihkan lutut saya yang cedera. Malam yang kami lalui di hari kedua juga kurang menyenangkan biasa lah MISTIK RIMBA.
     Pagi pun tiba, setelah sarapan dan beres-beres kami langsung melanjutkan perjalan sekitar jam 8am, sedikit menurun  kemudian menanjak sekitar sejam berjalan sampailah di sebuah punggungan istirahat sejenak kemudian menurun dan sampailah di pos4 di sini bisa untuk 2 tenda dan sumber air dekat, dari pos 4 menurun menemukan sebuah anak sungai karna hujan turun dengan deras jam juga menunjukan jam 11am, kami singgah untuk makan siang tetapi cuaca bertambah dingin maka kami putuskan untuk makan di punggungan gunung yang ada di depan mata. Kami pun melanjutkan perjalanan jam 2pm tepat kami tiba di sebuah punggungan di situ kami makan siang dan istirahat sejenak sambil memijat lutut saya yang tak kunjung sembuh… sekitar jam 2.30pm kami melanjutkan perjalanan menuruni bukit dan tiba di sebuah tempat yang agak luas kami pun memasang tenda dan nge-camp di tempat itu karna jam juga sudah menunjukan jam 3pm..malam yang cukup tenang di sinari cahaya rembulan mewarnai camp3 kami.
     Dari Camp3 kami melanjutkan ke pos 5 sekitar jam 8.50am tampa sarapan dikarnakan cadangan air sudah habis. janannya cukup panjang dan menurun melewati punggungan dari situ kami melihat pucuk puncak gandang dewata yang terlihat sangat biru dan kecil, melihat itu kami jadi bersemangat berjalan
     Sekitar jam 10am kami sampai di pos5 di sini terdapat juga sebuah camp dan sungai yang lumayan besar, disini kami sarapan sekaligus makan siang. Sesudah sarapan melanjutkan penyebrangan basa dan melewati pinggiran tebing ada sekitar 5 kali penyebrangan basa, bila debit air melimpah disarankan penyebrangan menggunakan webing atau tali..setelah menyebrang sungai kita di sambut dengan tanjakan kemudian melewati punggungan dan tibalah kami di pos 6, disini agak luas bisa untuk 2 tenda tak ada sumber air. Dari pos 6 kami menurun dan menemukan sebuah patahan lungsor kemudian sebuah daerah agak datar kami pun memasang tenda dan nge-camp4 di tempat itu malam yang kami lalui sangat nyaman sayang tanahnya agak miring jadi tidurnya juga susah,
     Esok paginya setelah sarapan kami langsung melanjutkan ke pos berikutnya yaitu pos 7 tetapi melewati jalan yang curam sehingga kami seringkali terperosot jatuh.pos7 ini dekat dengan air terjun dan bisa juga ngekemp di sini cukup untuk 4 tenda tapi harus berhati-hati karna kayaknya agak gimana gitu ?????, setelah menyebrang air terjun kami disambut tanjakan yang sangat berat dan agak panjang dengan susah payah mendaki akhirnya tiba di pos8 pada jam 12am. Pos ini bisa dijadicamp darurat dapat menampung 3 tenda tetapi sumber air tidak ada di tempat ini camp ini terdapat sebuah pohun damar yang sangat besar dan getahnya bisa dijadikan pemancing api buat perapian. Karna hari jumat jadi kami memutuskan untuk istirahat nanti dilanjutkan kembali pada jam 1pm. Setelah istirahat kami melanjutkan ke pos berikutnya jalurnya masih menanjak tetapi tak terasa karna kami juga mencari buah kalpataru yang jatuh, pos9 sangat bagus sekali untuk camp bisa menampung 5 tenda tetapi tak ada sumber air karna hari belum terlalu gelap kami melanjutkan perjalanan, setelah pos 9 kami menanjak lagi tanahnya agak gersang dan banyak ditumbuhi bambu-bambu kecil, di sini tenaga kami sudah terkuras habis karna perjalanan yang sudah mencapai hari ke lima, jam menunjukan ukul 4pm kami terpaksa camp di sebuah tanah datar karna cuaca kayaknya tak bersahat kabut mulai turun dan di khawatirkan tak ada tempat yang cocok kami temukan di atas sana..kami pun memasang tenda dan nge-camp yang ke 5, malam yang kami lewati penuh dengan angin kencang dan hujan yang lumayan deras tetapi sesaat…
     Pagi tiba tampa sarapan kami meninggalkan tenda dan menuju ke puncak karna menurut analisa kami puncak sudah sangat dekat, sayapun mengambil besi yang akan saya pasang di puncak sebagai TOWER NRA KPA GARIS Palopo, menanjak sedikit kemudian melewati bekas longsoran kemudian menanjak lagi sesampai di punggungan jalur ke puncak agak melandai. Dan Alhamdulillah tepat jam 9 kami tiba di Puncak Tertinggi di Sulawesi Barat yaitu G.Gandang Dewata 3037 MDPL. Saya pun langsung sujud sukur karna dibrikan kekuatan oleh allah swt. Sehingga dapat sampai di puncak dengan kondisi lutut yang troubel.sambil istirahat sayapun memasang dan merancang besi tower saya.sekitar sejam kami Foto-foto dan kibar bendera kami kembali ketenda untuk sarapan dan kemudian beres-beres tepat jam 10 kami berjalan kembali pulang melewati terjalnya jalan pulang pos9 telah terlewat kami tiba di pos8 pada jam 11, kami istirahat sejenak kemudian berjal kembali sesampai di pos 7 kami di sambut dengan tanjakan hebat, sehingga membuat semua personil drop dan terpaksa nge-camp di tempat kami pada hari ke 4malam itu lumayan nyaman karna kami bercerita sambil ngopi bertiga, tetapi kompor yang kami bawa bermasalah jadi agak lama masaknya.
     Pagi tiba jam 8am seperti biasa tampa sarapan kami langsung berjalan kami disambut tanjakan menuju pos 6, dari pos 6 jalan agak melandai kemudian menurun, lalu penyebrangan basah menuju pos 5, hati-hati string di jalur ini agak jarang jadi mata harus jeli melihat tanda-tanda, sesampai di pos5 kami sarapan sambil makan siang dan melanjutkan ke pos berikutnya, dari pos lima menuju pos empat lumayan sulit karna tanjakan yang cukup panjang sengingga mendapat tempat camp kami yang ke3 di sini kami istirahat sejenak lalu lanjut ke punggungan dari punggungan kami memantau cuaca ternyata dapat di lanjutkan meski agak mendung, dari punggungan kami menurun kemudian sampai di anak sungai tampa istirahat kami melanjutkan ke pos4 di pos 4 mail sudah tak sanggup berjalan karna trobel pada lutut sehingga memaksa kami untuk nge-camp ke7 di pos4, karna kompor yang bermasalah akhirnya kami memasak menggunakan ranting-ranting kering malam yang kami lalui sangat tidak bersahabat karna hujan yang terus turun di sepanjang malam,
     Pagi tiba tampa sarapan kami lanjutkan perjalanan menanjak ke punggungan, di punggungan ini kami dapat melihat kota mamasa dari kejauhan, kemudian turun ke pos3, di pos tiga kami sarapan tak lupa saya munghubungi istri saya di palopo mengabari kondisi kami yang baik-baik saja setelah itu melanjutkan perjalanan menuju pos2 dan sangat banyak kalpataru di perjalanan tersebut, di pos 2 tanpa  lama-lama kami lanjut ke pos 1 jalur inilah yang sangat susah bagi kami bertiga karna jalur dari pos2 ke 3 merupakan turunan hebat dan curam apalagi diperparah dengan hujan semalaman, kami hanya bisa pasrah apa bila terjatuh dan terguling, dengan susah payah kami sampai di pos1, menyebrang sungai kemudian melanjutkan perjalanan ke rante ponggkok di perjalanan menuju rante pongkok kami di sambut sapaan dari masyarakat dan tak lupa foto-foto “meski kaki sakit bro” dari rante pongkok kami melanjutkan ke kampung baru tepat jam 3 kami tiba di rumah bapak daud juru kunci gandang dewata, saya pun langsung bersih-bersih dan pergi melapor ke kapolsek mamasa melaporkan bahwa tim kami sukses sampai di puncak dan kembali dengan selamat. Setelah berpamitan dengan bapak daud kami langsung pulang ke Palopo,kami tiba di palopo pada jam 4am hari selasa tanggal 6 juli 2010 dengan sehat wall afiat.amin ya rabbal alamin.
     Itulah sedikit cerita perjalanan kami dalam Wild Expedition IX KPA GARIS Palopo dalam menaklukkan Puncak Gunung Gandang Dewata 3037 mdpl SUL_BAR semoga ada manfaatnya bagi pembaca terimah kasih…
Terimah kasih kepada :
•    Tuhan yang maha esa allah swt.
•    Istriku yang Tercinta
•    Seluruh Anggota Kpa Garis Palopo
•    Bapak Daud
•    Gunung Gandang Dewata atas segala ke indahannya
Saran :
•    Membawa suplay air
•    hati-hati Nyamuk
•    usakan mendaki sebelum sore karna kabut dapt menghalangi pandangan
•    Jangan menegur apabila mendegar atau melihat yang aneh-aneh
Catatan :
      Gunung GANDANG DEWATA adalah Puncak tertinggi dan tersulit di SULBAR
      Butuh sekitar 7-15 perjalanan tergantung Kekuatan si Pendaki
      terdapat tiang tanggulasi kecil dan Tower NRA KPA GARIS Palopo
PROFIL :
•    Nama           : khairul takdir syahri SP.d
•    Wild name   : ayyung
•    T4 / tgl lahir : wotu 21-02-1986
•    Alamat         : palopo sul-sel
•    Kpa               : GARIS Palopo
•    Phone           : 085299960666
·       Web              : ayyung.blogspot.com
Rekor :
•    G.Bawakaraeng 2800 MDPL  thn 2009
•    G.Rante Mario Latimojong 3478 MDPL thn 2009
•    G.Mekongga 2620 MDPL thn 2009
•    G.Tolangi 3016 MDPL thn 2009
•    G.Baliase 2894 MDPL thn 2009
•    G.Sesean 2100 MDPL   thn 2002-2009
•    G.Buntu Puang 1904 MDPL  thn 2009
•    G.Bambapuang 1021 MDPL thn 2010
•    G.Sinaji latimojong 2600 MDPL   thn 2010
•    G.kambuno 2950 MDPL   thn 2010
•    G.Gandang Dewata  3037 MDPL  thn 2010
Target :
      G. Sojol 3025 MDPL  Sulawesi Tengah      thn 2011
      Gunung-gunung tertinggi di jawa Timur   thn 2011
Tranggulasi G.Gandang Dewata 3037 mdpl
 Tower NRA KPA GARIS Palopo
Rumah Pak Daud Depan Gereja GTM (Gereja Toraja Mamasa)
Mail, Andry adn Ayyung
Pos2 KPA GARIS Palopo
Pos2 Dengan Beground Mamasa dari Kejauhan
Pos 3 Pondok Kecil
jalan menuju pos4 lagi cedera lutut
Menuju Pos 4
Dinginya Sungai Pos4
Lebatnya Hutan Pegunungan Quarles
Jalur Menuju Pos 5
Punggungan menuju pos 5
Puncak Gandang Dewata 3037 mdpl dilihat dari kejauhan setelah 2 hari perjalanan
Sungai di POS 5 Gandang Dewata
Air  Terjun Pos 7
Pos 10 Puncak Gandang Dewata 3037 mdpl
Puncak Gandang Dewata 3037 mdpl
 KPA GARIS dan KPA WALET
Ayyung GARIS dan Andry RANTING
Ayyung, Andry dan Mail
Puncak Puncak Gandang Dewata 3037 mdpl
 Pegunungn Quarles
Puncak Gandang Dewata 3037 mdpl
 Kutunggu Kamu di Gandang Dewata
 Rumah Adat Mamasa
Ampun DJ
sakit lututnya orang tua beh
Jembatan Menuju Rante Pongkok desa terakhir
Kampung Baru Mamasa

Rabu, 23 Juni 2010

G.Bambapuang 1021 mdpl

Gunung Bambapuang 1021 mdpl

Gunung  Bambapuang 1021 mdpl terletak di Dusun Kotu, Desa Bambapuang, Kec. Anggeraja, Kab. Enrekang sulawesi selatan, sedangkan arti kata dari bambapuang adalah tangga tuhan (menurut yang saya ketahui) sebenarnya Bambapuang tidak terlalu dikenal dikalangan Mountin Climbing tetapi terkenal dengan tebing Bambapung, tebing Bambapung sering dijadikan lokasi latian, Ajang Lomba dan lain-lain sebagainya. Tebing Bambapuang adalah tebing  tertinggi di Sulawesi Selatan tetapi Bambapuang juga dapat di daki oleh para pendaki dari arah belakang tebing yaitu sebelah barat,
Kami ke Gunung Bambapung dalam rangka Wild Expedition 7 dua puncak yaitu sinaji latimojong 2430 mdpl kemudian melanjutkan ke Gunung Bambapuang 1021 mdpl. Sore itu kami sudah lelah mendaki dari sinaji kami menggunakan kendaraan pribadi (motor) menuju kaki gunung. Gunung Bambapuang bisa di akses dari kotamadya Palopo melewati Toraja , Kab.Makale kemudian tiba di Kab. Enrekang ada juga akses lain dari Makassar menuju Sidrap kemudian tembus di kab. Enrekang , untuk jalur masuk kita dapat bertanya kepada penduduk atau warung-warung di pinggiran jalan
Kami tiba tepat pukul 5pm. Kami langsung memarkir motor di salah satu CafĂ© yang tepat di kaki Gunung. Salah satu kekurangan Gunung Bambapuang 1021 mdpl yaitu tak ada air karena sebenarnya  Gunung Bambapuang 1021 mdpl lebih tepatnya bisa dikatakan Gunung batu jadi kita harus membawa air dari kaki Gunung dan kita hanya dapat mendirikan 1 tenda kapasitas 4 org, tapi kita dapat tidur di bawah batu (mirip manusia purba dong….ha ha ha )


Hamka Garis dan Anry Ranting
Tranggulasi G.Bambapuang 1021 mdpl

Jalur pertama kita melintasi kebun jagung. Yang sedikit menanjak, kemudian melewati padang rumput kemudian mendaki sampai puncak , jalurnya lumayan susah karna sangat miring dan melewati bebatuan rapuk dan tajam. ada 5 pos sampai puncak. Tak cukup sejam kami mendaki  Gunung Bambapuang 1021 mdpl dari puncak kami bisa melihat Lembah Nona dan kota toraja yang begitu indah di kala fajar. Di sini juga terdapat sebuah Gua yang dapat di masuki dan terdapat mata air di dalamnya dan sering kali pendaki mengambil air tersebut jika beruntung air itu dapat di ambil tapi terkadang kering apabila kemarau panjang dan penduduk sekitar percaya bahwa air itu mempunyai wasiat, tapi kami tak sempat masuk karna sudah malam dan penerangan kami sudah berkurang. Ada yang perlu di perhatikan kita tidak boleh kencing sembarang di Gunung ini sering kali para Pendaki menaruhnya di atas wadah atau botol ???????.
Ketika pagi tiba kami segera membongkar tenda dan kemudian berlari kembali ke bawah dan kembali ke kota kami tercinta PALOPO. itulah segumpal cerita dari kami KPA GARIS Palopo di Gunung Bambapuang 1021  mdpl .semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca.
G.Bambapuang 1021 mdpl
G.Bambapuang 1021 mdpl
G.Bambapuang 1021 mdpl

 Terimah kasih kepada :
•    Tuhan yang maha esa allah swt.
•    Istriku yang Tercinta
•    Seluruh Anggota Kpa Garis Palopo
•    Tante cantik  pemilik Cafe
•    Gunung Bambapuang atas segala ke indahannya
Saran :
•    Membawa suplay air
•    hati-hati dengan batu lepas
•    usakan mendaki sebelum sore karna kabut dapat menghalangi pandangan
•    Jangan menegur apabila mendengar atau melihat yang aneh-aneh
Catatan :
•    Gunung Bambapuang adalah Tebing Tertinggi di Sulawesi Selatan
•    terdapat tiang tanggulasi terbuat batu berupa kerucut
PROFIL :
•    Nama             : khairul takdir syahri SP.d
•    Wild name   : ayyung
•    T4 / tgl lahir : wotu 21-02-1986
•    Alamat          : palopo sul-sel
•    Kpa                : GARIS Palopo
•    Phone            : 085299960666
@  Web               : ayyung.blogspot.com
Rekor :
•    G.Bawakaraeng 2800 MDPL  thn 2009
•    G.Rante Mario Latimojong 3478 MDPL thn 2009
•    G.Mekongga 2620 MDPL thn 2009
•    G.Tolangi 3016 MDPL thn 2009
•    G.Baliase 2894 MDPL thn 2009
•    G.Sesean 2100 MDPL   thn 2002-2009
•    G.Buntu Puang 1904 MDPL  thn 2009
•    G.Bambapuang 1021 MDPL thn 2010
•    G.Sinaji latimojong 2600 MDPL   thn 2010
•    G.kambuno 2950 MDPL   thn 2010
•    G.Gandang Dewata  3037 MDPL  thn 2010
Target :
•    G. Sojol 3025 MDPL  Sulawesi Tengah       thn 2011
*    Gunung-gunung  Tertinggi di Jawa Timur   thn 2011

Kamis, 17 Juni 2010

G.Rante Mario latimojong 3478 MDPL


Gunung Rante Mario latimojong 3478 MDPL adalah salah satuh puncak dari beberapa puncak di pegunungan latimojong gunung rante Mario latimojong merupakan puncak tertinggi Se-Sulawesi yang mencapai ketinggian 3478 mdpl. Gunung Rante Mario juga merupakan gunung tersulit ke 4 di Sulawesi selatan menurut data kami setelah baliase, kambuno,dan  sinaji Gunung Rante Mario latimojong dapat di capai dengan melewati jalur Makassar,enrekang, cake, Baraka, kemudian karangan bisa juga palopo, tanah toraja, enrekang, cake Baraka dan karangan ada juga yang melalui desa angin-angin tapi jalur ini agak susah dan jarang di lalui pendaki
 TIANG TRANGGULASI GUNUNG RANTE MARIO LATIMOJONG 3478 MDPL
dalam wild expedition kami yang ke 2 ini kami ingin menaklukkan Gunung Rante Mario latimojong sebenarnya kami tak mempunyai rencana untuk mendaki hanya saja saya dan teman-teman ingin merayakan ulang tahun saya yang ke 23 di puncak  Gunung Rante Mario latimojong kami berangkat pada hari minggu tanggal 15 February 2009 sekitar jam 5pm kami personil yang berangkat adalah anggota KPA. GARIS Palopo yaitu ramli, anno, jack dan saya sendiri ayyung kami di antar oleh ayah saya sampai ke kilometer 0 menuju tanah toraja kami berjalan sambil menunggu mobil truck menuju enrekang tatapi hampir jam 9pm mobil pun tak kunjung singgah akhirnya kami istirahat di kilometer 10 tanah toraja di sebuah mesjid sambil makan malam kami pun  menginap di samping mesjid
 MENUNGGU TRUK MENUJU ENREKANG
Pagi tiba kami pun melanjudkan perjalanan tak cukup sejam kami berjalan ada sebuah mobil truck yang singgah dan mengambil kami ternyata mobil itu mau ke Sudu sebuah kecamatan di kota enrekang tepatnya perbatasan toraja enrekang. Sesampai di suduh sekitar jam 11am kami makan kemudian berjalan kaki menuju ke pasar pana sesampai di sana kami menumpang truck ke Cake tetapi mobil yang kami tumpangi lupa menurunkan kami di cake akhirnya kami sampai di kota enrekang. Dengan rasa sedih kami pun menunggu mobil kembali ke cake. Dengan membayar 30 ribu kami menumpang mobil angkutan kota. Sesampai di cake kami menaiki mobil mikrolet ke Baraka dengan membayar 5ribu/orang sesampai di Baraka jam5pm, di lanjjutkan berjalan kaki menuju ke karangan, sekitar 30 menit berjalan kami pun singgah di rumah pak dusun untuk menginap.kebetulan rumah pak dusun mempunyai anak perempuan yang masuk organisasi pencinta alam lembayu yang bernama Yuli, kami pun berbincang-bicang sampai larut malam.
 PERJALANAN MENUJU DUSUN KARANGAN DARI DESA BARAKA 25 KILO
pagi jam 7 kami melanjutkan perjalanan dari desa Baraka menuju Dusun Karangan dengan menempuh perjalan sekitar 25 kilo dengan melewati beberapa dusun. sebenarnya ada mobil angkutan yang menuju desa karangan dari pasar baraka tapi itu hanya ada pada hari kamis dan hari minggu apabila sedang ada pasar ramai di Desa Baraka. Sekitar jam5 sore  kami pun sampai di dusun karangan istirahat sejenak kemudian tidur.

esok paginya kami pamit dengan pak dusun dan memulai perjalanan sekitar jam7 pagi. Kami langsung menuju pos 1 dengan melewati perkebunan kopi dan menyebrang sungai dengan tanjakan yang cukup lumayan sekitar kurang lebih 30 menit kami sampai di pos 1 kami sarapan dan lanjut ke pos 2 dengan perjalanan sekitar sejam di sinilah sumber air terakhir disarankan membawa air karna di pos 5 baru kita dapat menemukan sumber air, dari pos 2 perjalanan ke pos 3 agak sulit karna tanjakan sekitar kemiringan 80-90 drajat. Dari pos 3 menjuju pos 4 agak sedikit mudah dengan melewati hutan dengan pegetasi hutan palem dan hutan hujan tropis.menuju pos 5 agak sedikit mudah tapi waktunya agak lama karna traknya lumayan jauh dan jalur masih banyak terdapat tumbuhan rotan.

 POS2 GUNUNG RANTE MARIO LATIMOJONG 3478 MDPL
POS 3 GUNUNG RANTE MARIO LATIMOJONG 3478 MDPL
 POS 4 GUNUNG RANTE MARIO LATIMOJONG 3478 MDPL
Sesampai di pos 5 sekitar jam1pm kami kemudian mengambil air di bawah sungai sebelah kiri sekitar 100 m ke bawah jurang, kami memasak lalu makan sambil memulihkan kembali stamina yang hilang. di sini juga sering di jadikan camp bagi pendaki yang ke sorean dan tak mau melanjutkan ke pos berikutnya. Jam 2 tepat kami melanjutkan kembali perjalanan menuju pos 6 sekitar 30 menit perjalanan melalui hutan lumut. Dari pos 6 menuju pos 7 lumayan jauh dan cuaca sudah mulai memburuk. Dikarnakan ketinggian sudah mencapai >3000 mdpl dan kabut mulai tiba. Kami akhirnya sampai di pos 7 sikitar jam 4.30pm setengah perjalanan dari pos6 kami lalui bersama dengan badai kerel dan raincoul yang basah  melambatkan langkah kami, kami lalu mendirikan tenda dan membuat kopi……beh..
 POS 5 GUNUNG RANTE MARIO LATIMOJONG 3478 MDPL
PERJANAN MENUJU POS 7 GUNUNG RANTE MARIO LATIMOJONG 3478 MDPL
malam itu kami lalui dengan cuaca yang sangat dingin dan kebetulan salah satu teman kami ulang tahun, kami lalu melakukan pesta ulang tahun  walau Cuma berempat tapi asik loh…, pesta ulang tahun di suhu yang hampir minus..? ketika kami ingin buang air kecil (kencing)  kami ber4 tak sanggup keluar tenda dengan kondisi cuaca yang sangat dingin dengan terpaksa kami kencing di botol beples tempat air minum kami masing-2 di dalam tenda…jangan tertawa yahh.
 SUASANA DI POS 7 PADA PAGI HARI
SARAPAN DI GUNUNG RANTE MARIO
Pagi tiba tampa sarapan kami langsung berlari ke pos 8 yaitu puncak. sedikit mendaki dari pos 7 kita sampai di percabangan rante mario 3478 mdpl dan nene mori 3300 mdpl. Kami mengambil jalur rante mario kemudian kami menemukan sebuah telaga yang berisi air. Kata Nenek saya telaga itu dulunya luas sekali mungkin karna seringnya terjadi gempa atau semacamnya akhirnya telaga itu jadi kecil. Sekitar melewati beberapa punggungan akhirnya kami sampai di puncak tertinggi dari pulau sulawesi yaitu G. Rante Mario 3478 mdpl. Dari sini kita dapat melihat sulawesi tenggara, enrekang, belopa, luwu, toraja dan lai-lain, Disini juga terdapat tiang tranggulasi buatan mapala 45 makassar tahun pembuatanya tidak kami ketahui maklumlah kami masih junior….?
 PUNCAK GUNUNG RANTE MARIO LATIMOJONG 3478 MDPL
Setelah foto-foto dan kibar bendera kami lalu kembali ke pos 7 untuk sarapan karna udara semakin dingin. setelah sarapan sekitar jam 9  kami langsung beres-beres dan kembali berlari ke pos 6, 5, dan seterusnya akhirnya kami sampai di dusun karangan sekitar jam 4.30pm,  karna masih sore kami sempatkan mandi di sungai karna badan kami kotor setelah melalui jalur yang lumayan susah. Sangat jarang loh pendaki yang dapat tembus dari Dusun Karangan sampai pos 7 dalam waktu satu hari. malam yang kami lewati di dusun karangan pada hari terakhir sangat nyaman apabila membayangkan rasa dingin dan lelah di atas puncak serasa pengalaman yang tak dapat tergantikan.
 BERJALAN KAKI DARI DUSUN KARANGAN KE DESA BARAKA 25 KILO
Pagi tiba lagi tampa sarapan kami pamit di pak dusun dan kembali berjalan kaki ke desa Baraka tak percaya bahwa kami masih harus berjalan kaki sejauh 25 kilometer. Di dusun Rante Lemo kami singgah untuk sarapan tepatnya di pinggir sungai. Setelah sarapan lanjut lagi ke Baraka. Kami tiba di Baraka sekitar jam 5pm dengan kondisi yang sangat lelah kami naik mikrolet ke Cakke dari cakke kami naik truk sampai ke desa Kalosi dan dari kalosi kami jalan kaki menuju Sudu, di sudu kami menginap di rumah keluarga ramli tepat pukul 10 pm kami berhenti jalan kaki. Pokoknya tak dapat di ungkapkan dengan kata-kata. 
DI DESA SUDU  PERBATASAN ENREKANG TORAJAT
BERJALAN KAKI KE MAKALE TORAJA
Keesokan paginya kami berjalan kaki sekitar 10 kilo dari Sudu ke Desa Karangan Kec. Mingkendek Kab. Tanah toraja. dari situ kami naik mobil angkutan sampai di pasar Makale. dari pasar Makale kami berjalan sekitar 5 kilo karna semua personil sudah tak mampu lagi berjalan akhirnya kami memutuskan menunggu mobil truk tapi tak ada yang mau mengambil kami akhirnya dengan sisah uang yang ada kami naik kembali mobil angkutan ke Rantepao di sana kami menunggu mobil truk kembali dan alhamdulillah ada mobil pick-up yang berbaik hati mengambil kami. dan kami pun tiba di sekretariat KPA.GARIS Palopo tepat jam6pm dengan selamat.
itulah segumpal cerita dari kami KPA GARIS Palopo di Gunung Rante Mario 3478  mdpl puncak tertinggi di pulau sulawesi .semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Terimah kasih kepada :
•   Tuhan yang maha esa allah swt.
•   Istriku yang Tercinta
•   Seluruh Anggota Kpa Garis Palopo
•   Seluruh warga Dusun Karangan
•   Tante di Desa Sudu
•   Seluruh Sopir Truk yang bersedia memuat kami
•   Gunung Rantemario atas segala ke indahannya
Saran :
•   Perhatikan suplay dari pos 2
•   hati-hati apabila mengambil air di pos 5 usahakan jagan sendiri
•   Jangan jalan terlalu dekat dengan jurang
•   Jangan menegur apabila mendegar atau melihat yang aneh-aneh terutama pos2, posutama pos2,5 dan 7ambil air di pos 5 usahakan jagan sendiri mengambil kami.dan kami pun tiba di sekretariat KPA.GARIS mPalop5 dan pos7
•   Membawa masing-masing SB dan peralatan tahan dingin
Catatan :
•   Gunung Rantemario Latimojong adalah Puncak Tertinggi di pulau Sulawesi
•   Terdapat tiang tanggulasi terbuat dari beton buatan mapala 45 makassar
Profil :
•   Nama           : khairul takdir syahri SP.d
•   Wild name   : ayyung
•   T4 / tgl lahir : wotu 21-02-1986
•   Alamat         : palopo sul-sel
•   Kpa              : GARIS Palopo
•   Phone           : 085299960666
@   web            : ayyung.blogspot.com
Rekor :
•   G.Bawakaraeng 2800 MDPL  thn 2009
•   G.Rante Mario Latimojong 3478 MDPL thn 2009
•   G.Mekongga 2620 MDPL thn 2009
•   G.Tolangi 3016 MDPL thn 2009
•   G.Baliase 2894 MDPL thn 2009
•   G.Sesean 2100 MDPL   thn 2002-2009
•   G.Buntu Puang 1904 MDPL  thn 2009
•   G.Bambapuang 1021 MDPL thn 2010
•   G.Sinaji latimojong 2600 MDPL   thn 2010
•   G.kambuno 2950 MDPL   thn 2010
•   G.Gandang Dewata  3037 MDPL  thn 2010
Target :
•   G. Sojol 3025 MDPL  Sulawesi Tengah      thn 2011
#  Gunung-gunung tertinggi di Pulau Jawa Timur   thn 2011