Kamis, 03 Juni 2010

G. sinaji 2430 MDPL


Gunung sinaji 2430 mdpl adalah salah satu gunung dari beberapa puncak di pegunungan latimojong. Gunung ini terletak di desa uluway kecamatan mingkendek. kabupaten tanah toraja. Arti dari uluway sendiri adalah kepala air sedangkan arti dari mingkendek adalah menaiki atau naik, jalur untuk masuk ke gunung sinaji adalah bisa dari Makassar menuju sidrap melewati enrekang kemudian masuk ke desa karangan sekitar 5 kilo dari perbatasan toraja enrekang.bisa juga dari palopo menuju toraja kemudian makale. Jarak dari desa karangan ke uluway sekita 15 kilo, 
 KAKI GUNUNG SINAJI DENGAN BEGROUND RANE KAMBOLA
Gunung sinaji merupakan gunung tersulit di pegunungan latimojong, bagaimana tidak gunung ini sangat jarang di daki oleh para mounteneering jadi jalur yang tertutup sudah menjadi hal mutlak bagi pendaki sinaji. Selain itu sumber air di gunung sinaji sangat susah karna dari ke lima pos hanya di pos 4 dan pos1 yang ada sumber air itu pun terkadang kering apabila kemarau panjang.
kami berangkat dari secretariat KPA Garis Palopo kegiatan kami ini di beri nama wild expedition 7, Sebagai mana nama lanjutan dari expedition kami sebelumnya,ada juga peserta dari kpa lain yaitu kpa.Angker dan kpa.Ranting  jumlah kami yang berangkat adalah 6 orang yaitu ayyung garis (saya sendiri) hamka garis, pandi,eiger,ken dari angker dan anry dari ranting. Kami star pada pukulm 5 pm selasa 26 january 2010. kami naik motor dan bermalam di sebuah mesjid desa karangan, ke esokan paginya kami melanjutkan perjalanan ke uluway dengan bertanya sana-sini maklum seperti biasa garis selalu pergi expedisi tampa menggunakan liader. kami pun tiba di sinaji pada pukul 10am kami meminta isin pada penduduk untuk mendaki dan menyimpan kendaraan kami.
 KPA GARIS PALOPO
desa uluway sangat indah mungkin lebih indah dari pada tempat-tempat lain di tanah toraja. jejeran pohon pinus dan deretan pegunungan latimojong yang berdiri dengan kokohnya. Setelah mengecek perlengkapan kami memulai pendakian pada pukul 11am, jalur pertama di sambut dengan pendakian yang lumayan menguras keringat.menuju pos 1 kami sudah nyasar sekitar 3 jam, bayangkan jam 3pm kami belum menemukan jalur ke pos 1 di karnakan sudah tertutup oleh rumput. Para peserta sebagian sudah ingin pulang ke kampung dan melanjutkan esok hari tapi saya melarang, kemudian ku isap sebatang rokok sambil mencari jalur bersama ken. Dan alhamdullah saya menemukan jalur di samping pohon bambu yang sangat rimbun. Sekitar 30 menit berjalan sampailah kami di pos 1 dan melanjutkan perjalanan ke pos2. jalurnya tertutup lagi oleh semak jadi kami mesti membuka kembali jalur tersebut dengan medan yang cukup sulit.
 MEMBUKA JALUR YANG TERTUTUP
sekitar 1 jam pendakian kami sampai di pos dua. Kami tiba di pos 2 sekitar jam5pm kami pun mendirikan tenda dan beristirahat. Pada waktu magrib kami pun memasak makanan dengan menghemat air yang kami bawa dari kaki gunung. Suara asan magrib terdengar sayup di telinga entah asli dari mesjid kampong uluway atau suara mistik haya tuhan yang tahu…..?. malam pun berlalu dengan udara yang tak terlalu dingin.
 POS 2 G. SINAJI KPA GARIS PALOPO
Ke esokan harinya kami melanjutkan perjalanan pada pukul 8am setelah sarapan kami mengikuti string yang ada sambil membuka kembali jalur yang tertutup. Jalurnya agak sukar hampir tak ada bonus dari pos 1. jam 10am kami pun sampai di pos 4, kami menyisir kea rah kanan turun lembah untuk mencari sumber air, alhamdulillah kami menemukan air tapi agak jauh dari pos 4 dan mungkin kalau musim kemarau sumber air ini kering . setelah istirahat sejenak kami pun melanjutkan perjalanan menuju pos 5 jalurnya agak susah karna melewati lebatnya rotan dan lumut yang dingin dan licin, sekali-kali kami harus merayap apabilah mendapati jalur yang sangat rendah dan sempit
 POS 4 G. SINAJI  KPA GARIS PALOPO
 PUNCAK PERTAMA GUNUNG SINAJI  KPA GARIS PALOPO
sekitar jam 11.30am kami pun sampai di pos 5 atau puncak dari gunung sinaji latimojong, di sana kami menemukan sebuah tranggulasi yang berbentuk segitiga tetapi yang menjadi pertanyaan masih ada sebua gunung yang kelihatan lebih tinggi dari puncak kami berada. Tak tahan dengan rasa penasaran saya dan hamka mencoba menerobos ke gunung itu dengan jalur yang hamper menyerupai labirin dan penuh dengan tumbuhan yang siap sedia merobek kulit, hamper setengah jam kami berlari, kami pun sampai dan ternyata di sanalah tranggulasi yang sebenarnya yang berbentuk kubus di tandai sebuah sumur kecil tepat berada di samping tiang tranggulasi.
 KOTA ENREKANG DARI PUNCAK SINAJI
 PUNCAK KE DUA SINAJI
Menurut cerita tranggulasi pertama yang berbentuk segitiga adalah buatan mapala dari pare-pare dan tranggulasi ke dua yang berbentuk kubus adalah buatan dari TNI pada saman dahulu. Setelah pengibaran bendera dan foto-foto di kedua tranggulasi kami pun pulang menuju pos 2, jam pun menunjukan pukul 1pm, kami pun berlari sekencang-kencangnya ke bawah sesekali kami pun terjatuh dan saling menertawai, kami sampai di pos 4 pada jam 2pm dan melanjutkan perjanan ke bawah. Tapi eeeee………hhh kenapa kami menemukan pos 3, sebagai catatan waktu kami naik kami tak menemukan pos 3 tapi kenapa waktu turun kami menemukan pos 3, kami pun berpencar untuk mencari string dan jalur, astagofirillah hujan pun dating menghantam kami. Dengan kedinginan saya berlari kedepan dan mencari jalur. Saya akhirnya menemukan jalur dan string tetapi di perhatikan dengan telitih jalur yang kami lalui sangat melenceng dari titik awal, tapi saya berpikit tak mungkin jalur ini tak mempunyai awal apalagi stringnya sangat mepet dan termasuk baru, 

Sekarang jam menunjukan pukul 4pm dan hujan yang belum berhenti tetapi kami belum menemukan pos, allahu akkbar di manakah kami ini semua sebenaranya kami mungkin di sesatkan oleh penjaga hutan gunung sinaji mengapa tidak ada sebuah jalur dengan yakin saya sudah melewatinya berkali-kali, saya merasa dan yakin kami hanya berputar-putar di tempat yang sama, tetapi saya tidak mau memberitahu dengan peserta expedition sekitar jam 5pm saya menyuruh ken memanjat sebuah pohon untuk melihat keadaan sekitar gunung karma hujan sudah redah dea melihat sebuah atap terbuat dari seng, kami pun mengikuti jalur yang kami ikuti semula dari pos 3. dan akhirnya kami menemukan jalan setapak dari penduduk di sebuah lembah, tetapi kami bingung kami harus memilih belok kiri atau belok kiri karna atap seng yang kami lihat sebelah Kiri akhirnya kami belok kanan sekitar sejam berjalan kami menemukan jalan rintisan sekitar 10 kilo berjalan kami sampai di perkampungan dan jam sudah menunjukan pukul 7pm,
 TERSESAT DI DESA KUMILA KEC.BASTEM KAB. LUWU
Dengan semangat kami pun bertanya kepada warga desa, tetapi jawabannya membuat kami lebih drop lagi ternyata kami tembus di desa KUMILA kecamatan BASTEM kabupaten LUWU,astagofirillah mengapa kami sampai di kabupaten luwu, kami pun menginap di rumah salah satu penduduk yang bernama pak roy karna semua alat dan bekal tinggal di pos 2. untungnya di kumila ada signal jadi saya dapat menghubungi istri dan keluarga bahwa kami semua baik-baik dan nyasar sampai di batem. Kami pun di jamu dengan rokok tembakau dan makanan yang nikmat walau lauknya hanya sambat tetapi enaknya bukan main. Malamnya say sempatkan bercerita dengan pak roy tentang gunung sinaji, katanya dari semua puncak latimojong sinajilah yang paling seram, orang kumila saja yang sudah tau medan terkadang kesasar sampai 2 hari.konon di sinaji terdapat walli yang berdiam di puncak sinaji bahkan lebih dari satu. Di sinaji juga terdapat sebuah danau yang berupa sawah atau semacamnyalah tetapi itu bias di lihat dengan tidak senganja jika hanya beruntung pada saat tersesat kita dapat melihat sawah itu.tak terasa sudah larut saya pun beristirahat.
 HAMKA KPA GARIS PALOPO
Pagi menyingsing pemandangan dari kumila, bastem sangat indah ingin rasanya berlama-lama di kampung ini tetapi kami punya tugas yang belum selesai. Kami bertanya kepada pak roy kalau berjalan dari kumila menuju palopo sekitar berapa hari dia menjawab sekitar 2 hari kalau kembali ke uluway sekitar sehari kalau cepat. Akhirnya kami memutuskan kembali ke kumila karna semua kendaraan kami ada di uluway jalurnya sama dengan yang pertama mestinya pada saat percabangan jalan setapak harusnya kami belok kanan ternyata kumila tepat berada di belakang gunung sinaji. Setelah berpamitan dan sarapan kami melanjutkan perjanan ke uluway. Kami star sekitar jam 8am. Dan kami sampai di uluway sekitar jam 4pm.kami pun mengucap rasa syukur yang sebesar-besarnya kepada allah swt atas pertolongnnya akhirnya kami bisa sampai di uluway dengan selamat Perjalanan sangat mengasikkan karma kami melewati beberapa air terjun. 

 AYYUNG DAN HAMKA  KPA GARIS PALOPO
Sesampai di uluway kami langsung ke tempat parkiran motor yaitu ruma keamanan atau kepala keamanan desa yang bernama pak samae malamnya kami bercerita panjang lebar dan mencocokkan cerita dari pak roy ternyata ceritanya hampir sama pak samae mengatakan sebenarnya gunung sinaji mungkin adalah gunung berapi setelah kami piker-pikir mungkin benar kana di toraja terdapat permandian air panas alami mungkin saja sumbernya dari sinaji. Dia juga bercerita tentang sejara uluway yang pernah di jajah oleh para gerombolan pada tahun 59 uluway mencekam dan di kosongkan tetapi pada tahun 62 penduduk masuk satu-persatu barulah tahun 1975 TNI masuk bersama BRIMOB  dan menyatakan uluway aman dari grombolan uluway juga terdapat air terjun puang toring yang sangat indah hanya saja susah untuk di jangkau.

Keesokan harinya kami pun kembali ke gunung sinaji pos 2 untuk mengambil alat. Sekitar 3 jam kami pulang-pergi dari pos 2.kami pun bersih-bersih dan bersiap-siap pulang dan melanjutkan perjalanan ke Gunung bambapuang 1012 mdpl karna dalam expedition 7 ini kami menargetkan 2 gunung.

itulah segumpal cerita dari kami KPA GARIS Palopo di gunung Sinaji 2430 mdpl puncak tersulit dari pegunungan latimojong .semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca.
Terimah kasih kepada :
  • Tuhan yang maha esa allah swt.
  • Istriku yang Tercinta
  • Seluruh Anggota Kpa Garis Palopo
  • Seluruh warga desa Kumila Kec.Bastem Kab. Luwu
  • Seluruh warga desa Uluway Kec.Mingkendek Kab. Tanah Toraja
  • Jack Maleo atas infonya
  • Gunung Sinaji atas segala ke indahannya
Saran :
  • Perhatikan jalur pendakian dari pos 2 sampai 4
  • Membawa botol air masing-masing satu / orang
  • Jangan jalan terlalu dekat dengan jurang
  • Jangan menegur apabila mendegar atau melihat yang aneh-aneh
  • Membawa parang atau alat tebas untuk membuka jalur
Catatan :
  • Gunung Sinaji adalah puncak tersulit dari beberapa puncak pegunungan latimojong
  • Sering terdengar suara-suara aneh di pos 2 yang 


Profil :
  • Nama           : khairul takdir syahri SP.d
  • Wild name   : ayyung
  • T4 / tgl lahir : wotu 21-02-1986
  • Alamat         : palopo sul-sel
  • Kpa              : GARIS Palopo
  • Phone           : 085299960666
Rekor :
·         G.Bawakaraeng 2800 MDPL  thn 2009
·         G.Rante Mario Latimojong 3478 MDPL thn 2009
·         G.Mekongga 2620 MDPL thn 2009
·         G.Tolangi 3016 MDPL thn 2009
·         G.Baliase 2894 MDPL thn 2009
·         G.Sesean 2100 MDPL   thn 2002-2009
·         G.Buntu Puang 2200 MDPL  thn 2009
·         G.Bambapuang 1012 MDPL thn 2010
·         G.Sinaji latimojong 2600 MDPL   thn 2010
·         G.kambuno 2950 MDPL   thn 2010
.         G.Gandang Dewata 3037  thn 2010
Target :
·         Gunung tertinggi Pulau Jawa Timur 2011
·         G. Sojol 3025 MDPL  Sulawesi Tengah      thn 2011

Kamis, 20 Mei 2010

CARA MENYELAMATKAN DIRI DALAM PENDAKIAN DI HUTAN HUJAN TROPIS


Dalam pendakian hutan hujan tropis terutama di pegunungan Sulawesi banyak hal-hal yang dapat membuat orang mendapat masalah, bukan hanya dari segi cuaca melainkan peralatan dan juga tak kalah pentinggnya adalah emosi dari masing-masing personil
Terkadang seseorang apabilah sudah merasa lelah ditambah rasa dingin yang terasa menusuk tulang terutama bila melakukan pendakian di atas ketinggian 1000 mdpl keatas cuaca seringkali berubah dari panas tiba-tibah datang badai dan kabut di situasi inilah semua personil pendakian harus dapat mengontrol emosi dan tenaga masing-masing



Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pendakian hutan hujan tropis
1.       Jangan melakukan pendakian apabila tidak merasa yakin atas kemampuan diri
2.       Jagan nekat melakukan expedisi tanpa peralatan yang safety
3.       Sebelum melakukan pendakian disarankan mencari data-data tentang target contohnya di internet anda dapat memasuki web kami yaitu ayyung.blogspot.com
4.       Wajib melapor di penduduk atau desa terakhir terutama pak dusun atau juru kunci
5.       Perhatikan baik-baik ransum atau logistic sesuaikan dengan lamanya perjalanan
6.       Perhatikan jalur, sempatkanlah memasang string sebagai tanda jalan
7.       Apabila hujan atau badai usahakan jangan istirahat sebelum camp karna suhu tubuh dapat turun drastic apabila kita tak bergerak
8.       Bila bermalam di camp jangan menggunakan baju yang basa atau lembab karna suhu tubuh tak dapat naik.
9.       Semua pakaian dan juga SB sebaiknya di bungkus dengan kantong kresek jagan mengandalkan cover carel
10.   Apabila turun dari puncak perhatikan baik-baik string karna seringkali para pendaki apabilah turun dari puncak sering terburu-buru dan tak perhatikan persimpangan, string,jalan hewan liar dan lain-lain
11.   Apabila sekitar 30 menit berjalan dan tidak menemukan string atau tanda jalan sebaiknya kembali ke titik tanda akhir dan breaking dengan semua personil
12.   Apabila ada personil yang sedang marah yang lain tetap tenang, tunggu sampai redah karna emosi di hutan sangat cepat naik terutama apabila sedang lelah
13.   Harus melapor di pak dusun atau juru kunci untuk pamit kembali ke kota asal


Inilah beberapa hal-hal penting yang perlu di perhatikan dalam pendakian di hutan hujan tropis semoga bermanfat. Silahkan tinggalkan pesan dan saran ….. Makasih by Ayyung climber
untuk lebih lanjut silakan buka gunung gunung Sulawesi atau masuk di web kami yaitu ; ayyung.blogspot.com

PROFIL :
•    Nama             : khairul takdir syahri SP.d
•    Wild name   : ayyung
•    T4 / tgl lahir : wotu 21-02-1986
•    Alamat          : palopo sul-sel
•    Kpa                : GARIS Palopo
•    Phone            : 085299960666
@  Web               : ayyung.blogspot.com
Rekor :
•    G.Bawakaraeng 2800 MDPL  thn 2009
•    G.Rante Mario Latimojong 3478 MDPL thn 2009
•    G.Mekongga 2620 MDPL thn 2009
•    G.Tolangi 3016 MDPL thn 2009
•    G.Baliase 2894 MDPL thn 2009
•    G.Sesean 2100 MDPL   thn 2002-2009
•    G.Buntu Puang 1904 MDPL  thn 2009
•    G.Bambapuang 1021 MDPL thn 2010
•    G.Sinaji latimojong 2600 MDPL   thn 2010
•    G.kambuno 2950 MDPL   thn 2010
•    G.Gandang Dewata  3037 MDPL  thn 2010
Target :
•    G. Sojol 3025 MDPL  Sulawesi Tengah       thn 2011
*     Gunung-gunung  Tertinggi di Jawa Timur   thn 2011

Kamis, 04 Maret 2010

G.Bawakaraeng 2800 mdpl



Gunung bawakareng 2800 mdpl terletak di desa lembanna, kecamatan malino, kabupaten goa kota makassar sulawesi selatan butuh 9jam dari sekretariat kami KPA GARIS, saya berangkat dari palopo sekitar pukul 8 pagi dengan menggunakan motor bersama ramli, seperti kebiasaan kami melakukan pendakian tampa rencana yang matang maklum lah anak muda. Sarat dengan kebiasaan buruk “ngerti ajalah”

Kami berangkat langsung menuju ke makassar dan istirahat di pere-pare. Kami tiba di makassar pada jam 5 sore. Tiba di makassar kami singgah di perumahan Antang rumah salah satu teman kami dari KPA APAL palopo. malam harinya kami sibuk mencari leader untuk membawak kami ke puncak bawakaraeng maklumlah ini termasuk expedition perdana kami. 

Pagi pun tiba tetapi leader pun belum kami temukan karna pada bulan 1-3  cuaca memburuk dan seringkali jalur pendakian di tutup. Atas bantuan teman-teman dari MAPALASTA MAKASSAR kami pun bisa memulai pendakian. Kami di antar oleh buntala dan katinggallo mereka berdua menggunakan motor. Setelah berdoa bersama kami pun memulai perjalanan dari kampus UIN MAKASSAR menuju malino, kami memulai perjalanan dari jam 4 sore jalan menuju malino sangat mengasikkan karna melewati hutan pinus yang sejuk.malam tiba kami pun sampai di malino tepatnya desa lembanna. Udara malam sangat dingin tapi allhamdulillah rumah yang kami tempati tinggal kebetulan mengadakan syukuran atau orang sulawesi selatan menyebutnya “barasanji” makan kueh deeeeeeee........H
Ketika pagi sesudah sarapan dan mandi kami pun siap-siap mau mendaki, sebelum mendaki kita di wajibkan bertemu dengan “tata rasik “ sang juru kunci gunung bawakaraeng. Berhubung tata rasik tidak ada kami pun kembali ke rumah tempat menginap dan minta pertimbangan penduduk. Setelah berbincang sejenak kami pun berdoa dan memulai pendakian penduduk berpesan kalau terjadi badai segerah turun karna berbahaya.

Menuju pos 1 kami melewati kebun srobery kemudian memasuki hutan pinus dengan tanjakan yang lumayan, sekitar 1 jam perjalanan kami sampai di pos 1, pos satu ini ini terdapat percabangan belok kanan menuju gunung ramma dan belok kiri menuju gunung bawakaraeng. Sekitar 5 menit istirahat kami pun melanjutkan ke pos 2, melewati sebuah kali kecil, menuju pos 3 jalan sudah mulai menanjak dan penuh dengan pacet.pos 4 sedikit melandai kami tiba di pos 5 sekitar pukul 12. Di pos ini ada sebuah mata air sekitar 100m di sebelah kanan, kondisi alam pos 5 sangat terbuka karna tempat ini sempat terbakar beberapa tahun yang lalu, tempat ini juga sering dijadikan camp bagi pendaki yang kemalaman.apabila menginap di camp ini usahakan jangn terlalu ribut karna tempatnya agak angker

Setelah makan siang kami melanjutkan ke pos 6 hujan pun turun sangat deras, di pos inilah saya mulai mengalami trobel pada betis, di sini kami melewati bebatuan-bebatuan licin dan pepohonan berduri.di sini juga banyak prasasti memoryal bagi pendaki yang wafat. Lokasi pos 6 tidak cocok di jadikan camp karna tak ada air.
Menuju pos 7 kita harus traking agak keras mungkin kemiringan sekitar 70-80 drajat sampai pos 7 lokasihnya di tandai oleh 2 buah batu yang lumayan besar.perjalanan di lanjutkan kembali ke pos 8, menuju pos 8 kami melewati prasasti hal ini membuat saya dan ramli agak takut untuk melanjutkan pendakian di sebabkan kaki saya sepertinya tambah parah dan hujan tak kurung berhenti. Akhirnya kami memutuskan untuk camp di pos 8 dan jam juga menunjukan pukul 3.30 pm. 

Pos 8 sangat cocok di tempati unuk camp karna sumber air sangat banyak terdapat sungai yang sangat jernih dan diiiiiiingggiiiiin airnya. Kami pun melewati malam ber 4 sambil bercerita pengalaman-pengalaman masing-masing.setelah makan malam kamipun tidur. Pagi pun menyingsing puncak bawakaraeng terlihat jelas dari pos 8. setelah makan kami pun melanjutkan perjalanan menuju pos 9 tapi masalah pada betis saya tambah parah malahan pinggul saya ikut-ikutan sakit, jalan menuju pos 9 treking cukup berat  sekitar kemiringan 70-80 drajat dan melewati hutan lumut yang lebat. Sesampai di pos 9 kami istirahat sejenak dan kemudian melanjutkan ke pos 10 menuju pos 10 kami melewati kebun edelwais di sini hamparan edelwais berjejer sejauh mata memandang eeeeet jangan di petik ya. Sekitar 1 jam berjalan dari pos 9 akhirnya kami sampai di pos 10 lokasinya sangat bagus untuk camp karna terdapat pohon-pohon yang dapat mengurangi hempasan angin. Gunung bawakaraeng terkenal dengan badainya dan udara yang sangat dingin hal ini disebabkan gunung bawakaraeng sangat terbuka jadi udara sangat leluasa berhembus.

Setelah memasang tenda saya pun menuju puncak bawakaraeng yang kira-kira berjarak 100 meter dari tenda.menuju puncak terdapat bekas tiang bendera tempat anak pecinta alam sering melakukan upacara kemerdekaan, hari bumi dan sumpa pemuda. Setelah 5 menit berjalan alhamdullah akhirnya sampai juga di Tanggulasi Puncak Gunung Bawakaraeng yaitu sebuah beton setinggi 1 meter melihat kabut turun dengan cepat kami pun memutuskan untuk kembali ke tenda untuk istirahat. 

Setelah badai dan hujan redah pukul 4pm, kami pun kembali ke tranggulasi buat foto-foto tak lama kami di atas puncak badai kembali datang, bahkan lebih parah sampai kami harus rebutan oksigen. Dengan angin, di tengah badai kami mendengar suara teriakan ternyata anggota mapalasta menyusul 8 orang, kami pun turun ke camp pos 10 karna badai tak kunjung berhenti dan jam sudah menunjukan pukul 5pm. Malampun tiba kami melewati malam di gunung bawakaraeng dengan meriah karna jumlah kami sudah 12 orang tambah rame tambah asik. Ke esokan harinya kami kembali ke desa lembanna kec. Malino, dan di lanjutkan ke makassar tepatnya di sekertariat mapalasta. Tapi malamnya kami tinggal di rumah teman yaitu di perumahan antang massar. Besoknya tepat hari jumat kami melanjutkan perjalan pulang kembali kepalopo setelah solat.tepat pukul 11pm kami tiba di sekertariat kpa.garis palopo

Itulah sebagian kecil dari cerita kami dalam pendakian di gunung bawakaraeng 2800 mdpl tanggal 28 januari 2009. semoga ada manfaatnya bagi pembaca dan dapat di jadikan petunjuk dalam pendakian anda
Terimah kasih kepada :
  • Tuhan yang maha esa allah swt.
  • Seluruh warga dusun lembanna kec. malino
  • Keluarga besar mapalasta makassar
  • Om di perumahan antang
Saran :
  • Hati-hati pada pos 5 dan pos 8
  • Membawa sleeping bag
  • Memberi salam apabila perlu di lakukan
  • Sungai di pos 8 agak licain
Catatan :
  • Gunung bawakaraeng di anggap sakral dan kramat oleh pendudk makassar dan pendaki
  • Mempunyai juru kunci bernama tata rasik
  • Terdapat pasar setan di lembah antara G.Bawakaraeng dan G.lompobattang
  • Jangan mendaki menggunakan baju atau peralatan yang berwarna merah
PROFIL :
•    Nama             : khairul takdir syahri SP.d
•    Wild name   : ayyung
•    T4 / tgl lahir : wotu 21-02-1986
•    Alamat          : palopo sul-sel
•    Kpa                : GARIS Palopo
•    Phone            : 085299960666
@  Web               : ayyung.blogspot.com
Rekor :
•    G.Bawakaraeng 2800 MDPL  thn 2009
•    G.Rante Mario Latimojong 3478 MDPL thn 2009
•    G.Mekongga 2620 MDPL thn 2009
•    G.Tolangi 3016 MDPL thn 2009
•    G.Baliase 2894 MDPL thn 2009
•    G.Sesean 2100 MDPL   thn 2002-2009
•    G.Buntu Puang 1904 MDPL  thn 2009
•    G.Bambapuang 1021 MDPL thn 2010
•    G.Sinaji latimojong 2600 MDPL   thn 2010
•    G.kambuno 2950 MDPL   thn 2010
•    G.Gandang Dewata  3037 MDPL  thn 2010
Target :
•    G. Sojol 3025 MDPL  Sulawesi Tengah       thn 2011
*    Gunung-gunung  Tertinggi di Jawa Timur   thn 2011

G.Kambuno 2950 mdpl



Gunung kambuno 2985 mdpl terletak di kecamatan seko kabupaten luwu utara sekitar kurang lebih 45 kilo meter dari kota sabbang. Gunung  kambuno merupakan salah satu tujuan para pendaki baik dari Sulawesi sampai dari luar Sulawesi. Dan merupakan gunung ke dua tersulit di Sulawesi sulawei karma membutuhkan 3 hari perjalanan untuk menggapai puncak. Dan melalui jalanan rintisan atau pengerasan yang sangat menguras keringat dan tenaga.
Kami memulai perjalan dari sekertariat Kpa. Garis palopo. Pada hari minggu tanggal 10 januari 2010 tujuan kami adalah menggapai puncak gunung kambuno sekaligus pengambilan nomor anggota. Personil yang ikut adalah hamka, ramli, saidil, elia, ari dan saya sendiri ada juga yang ikut dalam wild expedisi 6 kami yaitu resa dari kpa ranting palopo.
Kami langsung menuju kecamatan sabbang dengan menumpang mobil truk sekitar jam 10am pagi. Sekitar satu jam perjalanan kami sampai ke sabbang kami langsung menuju ke dusun ponggo desa malimbu di tengah perjalanan kami singgah di sekertariat kpa FALS kami melapor di sana terlebih dahulu lalu melanjutkan perjalanan kembali menuju ponggo dengan berjalan kaki sekitar 5 km. sesampai di ponggo kami harus bertanya karna seperti biasa kami melakukan expedisi tampa menggunakan leader dan tak seorang pun dari kami yang tahu jalan menuju kambuno.

Di ponggo kami harus menyebrangi jembatan gantung yang cukup besar. Melewati jembatan ponggo kita harus belok kiri atau bertanya di penduduk/ojek yang parkir dekat jembatan. Melewati jembatan kita berjalan kemudian mendapati sebuah sungi kecil kemudian perkebunan coklat dan sungai kecil lagi. Melewati sungai kecil kedua kita kemudian mendapati jalan pengerasan sekitar 7 kilo mendaki dan menurun kita mendapat sebuah mesjid kecil desa malimmbu, kemudian mendaki sedikit dan menurun kami mendapat sebuah kendaraan berat yaitu “doser” 

dari doser kita menurun kemudian mendapatkan sebuah anak sungai di sini kita istirahat untuk makan siang pada. Pada pukul 4pm kami melanjutkan perjalanan sekitar 10 meter dari anak sungai kami melewati sebuah rumah penduduk di kilo 13 yang sering di jadikan tempat istirahat oleh ojek yang menuju kec.seko atau dusun menggaluku melewati rumah tersebut kami langsung di sambut dengan tanjakan yang sangat berat sekitar kemiringan 70-80 drajat. Setelah tanjakan kita melewati jembatan gantung tang terbuat dari kayu dan rotan.sekitar 2 jam berjalan kami istirahat pada kilo16 yang dijadikan camp1  lokasinya sangat bersih dan terdapat sungai yang lumayan besar. Di sini juga banyak terdapat sayur-sayuran yang dapat di jadikan makanan.malam itu kami melewati dengan sangat meriah karna ada api ungun dan udara yang sangat mendukung.

Ke esokan harinya pukul 7.30am setelah sarapan kami kami melanjutkan perjanan menuju dusun mengkaluku trak pertama kita di sambut dengan tanjakan kemudian menurun mendapatkan sebuah jembatan gantung kemudian traking berat kemudian agak melandai dan menurun setelah 4 jam berjalan kami tiba di dusun kurirang desa malimbu. Di kurirang kami istirahat makan siang kemudian melanjutkan perjalanan melewati jembatan gantung menuju dasun mangkaluku. Sekitar setengah jam berjalan melewati kampong kurirang akhirnya kami sampai di mangkaluku kilometer 26 sekitar jam 1.15pm. kami pun istirahat dan berencana melanjutkan perjalanan esok pagi sekaligus mencari data-data tentang gunung kambuno di pak dusun setempat.malam itu menjadi malam yang sangat menyenangkan karna dusun ini sudah terdapat sumber listrik suasembada masyarakat

Keesokan harinya setelah sarapan kami melanjutkan ke kilometer 45 dari dusun  mangkaluku trakingnya cukup berat apalagi waktu di kilo 29 pokoknya sengatan matahari terasa sejengkal dari kepala. Dengan susah payah kami sampai di kilo 45 pada pukul 5am ternyata pos 1 sudah dekat dari kilo 45 maklum kami pergi bermodalkan nekat tampa liader, kami pun camp di 45 karna untuk lanjut terasa sangat mustahil karna gelap dan hujan sangat deras.

Keesokan harinya setelah sarapan kami melanjutkan perjalanan dari pos 1 ke pos 2 jalurnya tidak terlalu sulit hanya saja kita melewati semak dan beberapa longsoran sekitar sejam berjalan akhirnya sampai di pos 2 dan di lanjutka ke pos 3 melewati longsoran dan patahan, di sini jalur agak membingungkan maka perhatikan string yang ada.
Pos 3 adalah pos di mana bias di jadikan tempat camp karna areanya luas dapat menampung 5 tenda dan terdapat sumber air yaitu sungai. Kami menaruh seluruh peralatan dan lanjut ke pos 4 jalur menuju pos 4 agak sulit karna melewati patahan dengan kemiringan 70 drajat, menuju pos 5 agak mudah dari pos 5 ke pos 6 agak jauh dan mulai terasa dingtin karna ketinggian yang sudah mencapai 2000 lebih dai pos 6 kita harus berhati-hatikarna jalur agak susah dengan medan yang hampir serupah di pos 7 bisa istirahat tetapi kami mulai lelah karna dari pos 5 kami di hantam oleh badai maklum kami mendaki pada musim hujan kami istiraha sejenak membuat kopi karna badai tak kunjung berhenti. 

Setelah badan terasa hangat kami melanjutkannya ke pos 8 dan puncak pada pos 9 tampa menunggu lama saya kemudian menempelkan prasasti pada tugu tranggulasi dan berfoto-foto sejenak badai pun tambah menggila kami pun kemudian berlari turun ke pos 3 dan tiba pada pukul 4pm, kami memasang tenda dan memasak makanan lalu tertidur pulas malamnya kami bercanda-canda ria tetapi tetap waspada terhadap mistik rimba raya.

Keesokan paginya kami melanjutkan perjalanan dari pos 3 ke mangkaluku kami star pukul 8 pagi dan tiba di mangkaluku pukul 4 sore, kami pun di sambut dengan suka cita karna dapat kembali dengan selamat melihat kondisi alam yang kurang bersahabat. Malam yang menyenangkan di perkampungan karna banyak warga yang dating menonton televition di rumah pak dusun.
Pagi pun tiba setelah dsarapan kami lanjut ke pongo pada pukuk 8am dan sampai di kilo 16 bast camp pertama pada pukul 11am, tampa makan siang kami melanjutkan ke pongo dan tibalah kami di pongo pukul 3 sore dan langsung menumpang mobil open cup menuju sabbang, di sabbang kami menunggu teman kami karna team terpisah menjadi dua kami pun singgah di sekertariat KPA PALS meminum kopi setelah teman kami dating kami melanjutkan ke kota palopo dengan menggunakan angkutan kota dan allhamdulillah kami tiba dengan selamat di sekertariat pukul 8 pm

Itulah sedikit cerita wild expedition kami yang ke 6 di gunung tersulit ke dua di Sulawesi selatan semoga ada manfaatnya bagi para pembaca….thanks got.
Terimah kasih kepada :
  • Tuhan yang maha esa allah swt.
  • Seluruh warga dusun mangkaluku kilometer 26
  • Keluarga besar kpa FALS Sabbang
  • Ego kpa Lembah atas infonya
  • Gunung kambuno atas segala ke indahannya
Saran :
  • Perhatikan jalur pendakian dari pos 4 sampai 7
  • Membawa botol air masing-masing satu / orang
  • Jangan jalan terlalu dekat dengan jurang / longsoran
  • Jangan mandi telanjang di pos 3
Catatan :
  • Gunung kambuno terdapat kampung hilang yang hampir serupa dengan wentira di sul-teng
  • Warga kota seko sering hilang terutama desa lodang tiba-tiba lenyap di desa dan di temukan di puncak kambuno
  • Sering terdengar suara-suara aneh di pos 3 yang di percaya sebagai kampung  hilang
  • Seminggu setelah pendakian kami ada sekelompok pendaki yang berjumlah 5 orang dari KPA KAPAS palopo dan dinyatakan hilang dan 3 masih belum ditemukansampai sekarang


PROFIL :
•    Nama             : khairul takdir syahri SP.d
•    Wild name   : ayyung
•    T4 / tgl lahir : wotu 21-02-1986
•    Alamat          : palopo sul-sel
•    Kpa                : GARIS Palopo
•    Phone            : 085299960666
@  Web               : ayyung.blogspot.com
Rekor :
•    G.Bawakaraeng 2800 MDPL  thn 2009
•    G.Rante Mario Latimojong 3478 MDPL thn 2009
•    G.Mekongga 2620 MDPL thn 2009
•    G.Tolangi 3016 MDPL thn 2009
•    G.Baliase 2894 MDPL thn 2009
•    G.Sesean 2100 MDPL   thn 2002-2009
•    G.Buntu Puang 1904 MDPL  thn 2009
•    G.Bambapuang 1021 MDPL thn 2010
•    G.Sinaji latimojong 2600 MDPL   thn 2010
•    G.kambuno 2950 MDPL   thn 2010
•    G.Gandang Dewata  3037 MDPL  thn 2010
Target :
•    G. Sojol 3025 MDPL  Sulawesi Tengah       thn 2011
*   Gunung-gunung  Tertinggi di Jawa Timur   thn 2011