Senin, 08 Februari 2010

G.MEKONGGA 2620 MDPL














Gunung mekongga terletak di desa tinokari, kec rante angin kabupaten kolaka utara propensi sulawesi tenggara dari kata mekongga berarti tempat matinya burung garuda raksasa, konon dahulu kala desa tersebut diserang oleh burung garuda raksasa dan hadirlah seorang kesatria yang berhasil membunuhnya di puncak tersebut dengan cara menusuk jantung sang garuda.dan menurut kepercayaan masyarakat sekitar gunung mekongga adalah tempat berkumpulnya para jin dari seluruh sulawesi tenggara makanya gunung mekongga juga dikenal sebagai puncak kerajaan jin.

Kami memulai perjalan dari kota palopo sulawesi selatan menuju soroako karna beberapa teman kami tinggal di kota tambang tersebut, kami star pukuk 10am dan tiba di soroako pukul 01pm, kami disambut dengan pesta rakyat yaitu minuman asli daerah (tuak) dan ayam panggang pokoknya malam itu kami semua melepas lelah.
Keesokan harinya kami melanjutkan perjalanan dari soroako ke sulawesi tenggara sebelum memasuki perbatasan kami melewati pesisir pantai teluk bone yang begitu indah dan jalan yang sangat menanjak dan terjal apa lagi dipenuhi lubang berdiameter 1 meter.pada dasarnya kami belum pernah ke sulawesi tenggara makanya kami singgah untuk bertanya kepada masyarakat agar tidak tersesat. Tujuan kami adalah kec. Pomala kabupaten kolaka, pada pukul 06pm kami tiba di kab. Kolaka utara kami singgah sejenak untuk melepas lelah dan sambil mengisi perut yang keroncongan setelah itu kami langsung melanjutkan perjalanan menuju kolaka. Pukul 11pm kamipun tiba di kota kolaka, kotanya begitu ramai kamipun singgah bertanya sambil meminum kopi setelah itu kami melanjutkan perjalan menuju kec.Pomala, pukul 00 tepat kami pun tiba di kec Pomala dan kami disambut riang dari saudara yang ada disana,keesokan harinya kami melepas lelah di sebuah pantai yang diberi nama pantai harapan tak terasa waktu berlalu begitu cepat sorepun menjelang kami pulang ke tempat tinggal kami yaitu sekertariat ANPALA (Anoa Pencinta Alam), perintis Anpala mengutus anggotanya 2 orang untuk ikut serta dalam pendakian tersebut.pagi menjelang kami pun berangkat ke kota kolaka karena mapala USN (Universitas 19 November) ikut serta sebanyak 9 orang dan jumlah kami 13 orang.
Kamipun menuju kembali ke kolaka utara kec.rante angin desa tino kari. Kami sesampai disana sorepun menjelang kami bermalam di rumah kepala desa yang dijadikan sebagai bastcamp para pendaki. Pagi pun tiba setelah sarapan kami pun memulai pendakian yang diawali dengan doa bersama.
Kami star pukul 08am Trak pertama kami langsung dengan penyebrangan basah ada sekitar 4 kali penyebrangan sengan satu aloran sungai yang sama.


Penyebrangan basah
Setelah melalui penyebrangan basak kami kemudian menuju pos I dimana terletak di sebuah perkebunan kakau pada pukul 11am,dilanjutkan menuju pos II kami harus membuka jalan karna jalan lama sudah tertutup. Tajamnya duri rotan dan serangan kutu babi sudah mulai membuat para peserta kewalahan ditambah lagi kami sempat nyasar keluar dari trak setelah menyusuri hutan kami pun kembali kejalur normal dan sampai di pos II pukul 05.30pm, kami pun istirahat karna lokasihnya masih perkebunan kakau kami pun istirahat di sebuah pondok kebun milik pak basir,keletihan membuat kami cepat istirahat sambil bercanda tawa sebelum tidur lelap.
Pagi menyongsong setelah sarapan kami pun melanjutkan perjalanan menuju pos III pada pukul 08.15 am, jalur yang dilalui tidak terlalu susah tetapi kami harus berhati-hati karna disepanjang jalan banyak kami temukan ular piton ada tiga ular yang kami temukan yang pertama dan kedua panjangnya kira-kira 5 meter yang ke tiga kira-kira 7,5 meter.pegunungan mekongga memang masih tempat habitat dari piton. Pukul 10.00am














kami tiba di pos III dan melanjutkan ke pos IV, jalur ke pos IV tidak sulit tetapi dipenuhi dengan pacet istilah penduduk setempat ladang pacet















                                            KEJAMNYA PACET MEKONGGA

Kami tiba di pos IV pada pukul 00.01pm, dengan ketinggian 1003 mdpl, istirahat sejenak kemudian melanjutkan perjalanan menuju pos V poya-poya. Menuju poya-poya sudah cukup sulit karena dipenuhi semak-belukar dan serangan kutu babi semakin menggila.tetapi kami terus berjalan tampa takkenal lelah sambil melihat tumbuhan kantong semar yang banyak tumbuh di sekitar pegunungan mekongga.




























GIGITAN KUTU BABI MEKONGGA

Pada pukul 06.05pm kami tiba di poya-poya kami mendirikan tenda kemudian memasak makanan karna sepanjang perjalanan kami belum makan siang karna ditakutkan kami tak dapat menembus target yang telah di tentukan.pos V 1400 mdpl adalah tempat strategis selain tempatnya yang cukup luas sumber air juga sangat dekat.malam pun tiba kami istirahat untuk melepas letih. Matahari pun menyengat tenda kami bangun lalu sarapan dan melanjutkan perjalanan menuju pos VI pada pukul 07.30.am, melewati jalur HBI (Hasil Bumi Indonesia) sebuah perusahaan kayu ternama yang sempat berdiri di Pegunungan Mekongga tetapi sudah tutup karna di demo oleh masyarakat.

Jalur yang dilalui tidak terlalu sulit karna jalannya sudah terintis dengan baik hanya beberapa tanjakan kecil dengan kemiringan 60-70 drajat. Kami pun sampai di puncak HBI dengan ketinggian 1800 mdpl pada pukul 11.00am istirahat dan foto bareng


PUNCAK HBI 1800 MDPL
Dari puncak HBI kami pun melanjutkan perjalanan menuju pos VI sebelum sampai pos kami melewati sebuah telaga karna warna airnya yang berwarna coklat maka para pendaki memanggilnya dengan colam Coca-Cola.


Hanya cuaca sudah mulai dingin dan teman-teman sudah mulali lelah sesampai di pos VII pukul 03.00pm dengan ketinggian 2370 mdpl. kami istirahat lagi sambil berfoto-foto,pos ini di yakini sebagai pintu masuk ke puncak kerajaan jin, disini juga terdapat sebuah batu yang diberi nama sebagai batu meriam oleh warga dan para pendaki











BATU MERIAM MEKONGGA



















 PUNCAK SALAH MEKONGGA

Kemudian melanjutkan perjalanan menuju pos VIII.perjalanannya sangat sulit karna sudah sangat tanjakan dan bebatuan lepas dan harus turun naik gunung. Sebelum pos VIII kami singgah di sebuah puncak yang diberi nama puncak salah dari pendaki. Disinilah pendaki biasa terkecoh karna kontur daerahnya seperti puncak tetapi sebenarnya di balik bukit masih ada puncak yang lebih tinggi lagi.

Sesampai di pos VIII pukul 05.20pm kami disambut dengan hujan ketinggian kami pun bergegas membuat tenda dan perapian sumber air tidak terlalu bagus air yang kami bawa dari kolam Coca_cola sudah habis makanya kami mengambil air dari sebuah anak kali yang hampir mirip dengan kubangan dari anoa. anoa sangat banyak di pegunungan mekongga banyak kotoran yang masih segar yang kami lewati di dalam perjalanan
Ke esokan harinya kami melanjutkan perjalanamn menuju pos IX, kami star dari camp pukul 08.00am melewati hutan dan memanjat bukit bebatuan, sebelum pos kami harus melewati gerbang angin sebuah batu yang mirip menyerupai gerbang.
GERBANG ANGI MEKONGGA  
Melewati gerbang angin tibalah kami di pos IX lokasi ini biasa ditempati sebagai cam darurat di kaki puncak jumlah tenda yang dapat di buat adalah maxsimal 2, dan sumber air tidak ada, hanya mengandalkan air yang di ambil dari kubangan anoa.
Dari pos IX, kami melanjutkan ke pos X melewati tebing-tebing tajam dan terjal, melewati tebing kita harus berhati-hati karna bebatuannya merupakan bebatuan lepas dan rapuh.sesampai di pos X pukul 11.50am. kami pun berteriak dengan sekeras-kerasnya dan mengibarkan bendera tak lupa juga kami membuat tranggulasi karna yang lama sudah hancur.
PEMBUATAN TRANGGULASI G.MEKONGGA
Setelah dua jam di puncak kami pun kembali ke pos VIII.karna waktu sudah menunjukan pukul 04.30pm kami pun harus tinggal lagi di pos tersebut satu malam, keesokan harinya kami kembali pulangmenuju poya-poya.di poya-poya kami sarapan sekaligus makan siang pada jam 00.01 pm, di perjalanan salah satu dari anggota mendapatkan masalah pada kakinya jadi harus menunggunya berjalan dengan menggunakan tongkat.lebih celakanya lagi, tim sebagian sudah sampai di pos II tapi kami masi di pos III di dalam gelapnya malam tampa penerangan karna senter yang kami bawa tiba-tiba mati, kami pun berjalan dengan menggunakan perasaan dan perkiraan melewati tepian jurang sejauh 5 kilometer.sesampai di pos II pukul 08.15pm. kami pun langsung mengucap syukur kepada tuhan karna telah sampai di pos II dengan selamat,
Seperti biasa minum kopi, makan, cerita dan tidur, pukul 07.00am kami bangun tampa sarapan melanjutkan perjalanan menuju pos I, di tengah perjalanan kami ingin memotong rute agar lebih cepat sampai karna teman kami kakinya tambah parah, eeeeeh malah kesasar selama 1 jam. Kamipun kembali ke jalur awal dan memili rute panjang. Kami sampai di pos 1 pukul 09.39am.dan melanjutkan ke rumah kepala desa tinokari, kec.rante angin,kab.kolaka utara propensi sulawesi tenggara.dengan melewati kembali sungai-sungai yang deras.
Setelah berjalan jauh akhirnya kami sampai di rumah pak desa pada pukul 01.00pm, kami meminta tolong pak desa mencarikan mobil pick-up buat mengantar kami kembali ke kabupaten kolaka.di perjalanan kami berteriak menyorakkan keberhasilan kami menaklukkan puncak kerajaan jin G.Mekongga 2620 mdpl.dua hari kemudian saya kembali ke palopo dengan menempu perjalanan selama 14 jam……sekian
BIASA JI:..... HE .....HE ....HE .....HE
PROFIL :
•    Nama             : Khairul takdir syahri SP.d
•    Wild name   : ayyung
•    T4 / tgl lahir : wotu 21-02-1986
•    Alamat          : palopo sul-sel
•    Kpa                : GARIS Palopo
•    Phone            : 085299960666
@  Web               : ayyung.blogspot.com
Rekor :
•    G.Bawakaraeng 2800 MDPL  thn 2009
•    G.Rante Mario Latimojong 3478 MDPL thn 2009
•    G.Mekongga 2620 MDPL thn 2009
•    G.Tolangi 3016 MDPL thn 2009
•    G.Baliase 2894 MDPL thn 2009
•    G.Sesean 2100 MDPL   thn 2002-2009
•    G.Buntu Puang 1904 MDPL  thn 2009
•    G.Bambapuang 1021 MDPL thn 2010
•    G.Sinaji latimojong 2600 MDPL   thn 2010
•    G.kambuno 2950 MDPL   thn 2010
•    G.Gandang Dewata  3037 MDPL  thn 2010
Target :
•    G. Sojol 3025 MDPL  Sulawesi Tengah       thn 2011 *   Gunung-gunung  Tertinggi di Jawa Timur   thn 2011

Selasa, 19 Januari 2010

G.Baliase 2894 mdpl & G.Tolangi 3016 mdpl

Gunung Baliase 2894 mdpl & Gunung Tolangi 3016 mdpl

Gunung baliase berada pada desa bantimurung bone-bone kabupaten luwu utara sulawesi selatan, gunung ini terletak di pegunungan yang terbentang dari bone-bone ke masamba dengan ketinggian 2894 mdpl, akan tetapi kita harus melalui gunung tolangi dengan ketinggian 3016 mdpl.di sinilah para pendaki sering salah sangkah mengira puncak tolangi adalah puncak baliase padahal kita mesti berjalan lagi sekitar 3 jam dan melewati beberapa gunung dan lembah























Puncak Gunung Baliase 2894 mdpl

















Puncak Gunung Tolangi 3016 mdpl

Tim kami berjumlahkan 5 orang saya ayyung garis, ramli garis, hamka garis, mail dan angel wallet, Kami memulai perjalanan dari secretariat KPA GARIS PALOPO, Naik mobil ke bone-bone dengan ongkos Rp15.000 . tahun 2009 tepatnya turun di depan kantor urusan agama bone-bone jembatan berseblahan dengan jembatan pasar bone-bone. Kemudian kita berjalan kaki sekitar 3kilometer menuju rumah pak nasaruddin yang lebih akrab di panggil pak nas’ sangat disarankan agar menginap di rumah pak nas yang juga sebagai juru kunci gunung baliase, sambil mendengarkan nasehat dan saran dari pak nas.

Keesokan harinya kami memulai perjalanan sesudah sarapan pagi yang di siapkan oleh anak gadis pak nas; “ehem ehem” sebelum berangkat kami terlebih dahulu berpamitan dengan pak nas’ kami pun memulai perjanan tepat pukul 7.00. timbul pertanyaan besar dalam rombongan kami “ mengapa kami tak di beri air” karena setiap orang yang mendaki di baliase pasti dibekali oleh air yang di berikan oleh pak nas’ tapi kami tak diberi, awal jalur kami disambut oleh sungai yang tak terlalu deras dan daerah persawahan, melewati persawahan sekitar 2 jam kami pun mendapatkan sungai lagi.dan air terjun. kamipun mengisi jerigen 5 liter dengan air karena tidak ada sumber air di gunung ini kecuali dari tampungan air yang di buat pendaki dari kaleng atau botol dan telaga yang berada tepat di sebuah lembahantara puncak tolangi dan baliase jadi setiap orang membawa bekal air 5 liter.


Tujuan pertama kami adalah air terjun yang menjadi pintu rimba gunung baliase yang di jadikan juga sebagai sumber air PDAM bagi warga desa.tetapi kami sempat nyasar mencari trak awal sekitar 1jam. kami pun menyisir ulang dan akhirnya menemukan tanda jalan atau string Memasuki pintu rimbah kami disambut dengan trak yang sangat berat dengan kemiringan 70-80 drajat yang sangat-sangat menguras keringat. Kami 5jam kami berjalan kami pun memasuki hutan pakis berduri yang di hiasi kejamnya duri rotan kami pun memasang pos I KPA GARIS PALOPO,pos ini tak dapat di jadikan tempat menginap. Kami pun melanjutkan perjalanan 2 jam kami berjalan kami pun mencari lokasi yang tepat untuk mendirikan tenda setelah 9 jam berjalan kamipun istirahat dan makan sambil menikmati udara yang lumayan dingin. Malam hari hujan pun turun kami pun mengucap sukur karena tak harus mnggunakan air yang ada di jerigen hanya perlu membentangkan plesit dan menampungnya.hanya saja sempat terjadi ketegangan pada pukul 7 malam, biasa “mistik rimba raya
Keesokan harinya kami star pukul 7.30 pagi dengan menelusuri hutan rotan yang mencabik kulit. Dengan kemiringan70-80 bahkan ada yang 90 drajat, 4jam kami berjalan kami pun memasang pos2 KPA GARIS PALOPO lokasinya tidak jauh beda dengan pos1 kami pun berjalan lagi sekali-kali berlari sekitar 5 jam berjalan kami memasang pos3 lokasi ini sudah memasuki hutan lumut pos ini dapat menampung 2 tenda dan sekitar 200 meter ke depan terdapat sungai kecil sering terdapat air tergenang apabila telah habis hujan.kami pun tidak menginap di pos 3 karna masi ada waktu sekitar 1 jam sebelum matahari beredup. Kami pun melanjutkan perjanan tepat pukul 4.30 sore kami pun mencari lokasi camp lalu istirahat melewati udara yang dingin.

















Esok Pukul 7 kami pun berjalan menyusur hutan lumut mencari string mendaki punggungan dan menurun kemudian mendaki lagi ya begi terus 5jam kami berjalan kami pun memasang pos4 yang berloksi tepat di punggungan di sini bisa di jadikan camp darurat tak ada sumber air. Kami pun melanjutka perjalanan menyisiri punggungan dari sini kita dapat melihat kota bone-bone dengan trek kemiringan 80-90 drajat saya sebagai lider berjalan lebih awal bahkan terkadang harus berlari mencari jejak dikarnakan saya baru pertama kali mendaki di gunung baliase dan tak ada lider yang bisa mengantar kami.sorepun tiba kami memasang PosV KPA GARIS PALOPO yang berlokasi di sebuah lembah dan bisa juga di jadikan camp yang dapat menampung tenda 3 buah ukuran sedang. Kami pun makan dan istirahat dengan udara yang dingin.

















pos v kpa Garis Palopo.

Keesokan harinya jam7.30 kami mulai jalan lagi dengan melewati hutan lumut hati-hati dengan akar kayu yang dipenuhi lumut di sinilah trak yang paling sulit karma hampir semua jalur dengan kemiringan 90 drajat 3jam kami berjalan kami akhirnya sampai di puncak tolangi ketika mendengar suara teriakan dari saudara hamka “ALLAHU AKBAR” saya, hamka dan mail kami bertiga sempat meneteskan airmata kesenangan akhirnya sampai di puncak ini dengan mengandalkan imsting dan perkiraan dengan bekal yang sangat tipis
.

































Berfoto-foto sejenak den mengibarkan bendera kemudian melanjutkan perjalanan tetapi mungkin lebih tepatnya di sebut lari karna kami menyimpan semua peralatan di tolangi hal ini membuat tubuh kami terasa ringan dan dapat berlari, karma menurut cerita puncak baliase dapat ditempuh dalam waktu 3 jam dari puncak tolangi. 1jam kami berlari menyusuri lebatnya lumut kami sampai di sebuah telaga atau pendaki menyebutnya lembah waruh.
















Di lembah waruh kitah musti berhati-hati karena kondisi alamnya yang sering berubah-ubah ? dan agak angker,tetapi di sinilah suplai air yang sangat berlimpah tetapi bila kemarau panjang telaga ini kering. melewati telaga kita menemukan sebuah daerah terbuka yang mirip lapangan disini kita mesti berhati-hati kembali karna disinilah sarang hewan khas sulawesi yaitu anoa, 1jam 30 menit kami berjalan allahamdullilah kami sampai di puncak baliase dengan ketinggian 2894 MDPL, seperti biasa foto-foto jangan lupa bendera juga di kibarkan. kamipun istirahat dan berbicara tentang rencana apa yang akan kami lakukan sehingga kami dapat sampai di desa tampa harus survival, beras kami sisah stengah liter, mi instant 15 bungkus dan jumlah kami ada 5 orang,kira-kira waktu tercepat sampai di desa sekitar 2 hari, setelah berbicara kami pun kembali ke tolangi pada pukul 1 siang. Kami sempat nyasar sekitar stengah jam pada punggungan dikarnakan medan yang terbuka dan jalur anoa yang dapat mengecoh bagaikan labirin.
Tepat pukul 5 sore kami disambut dengan hujan di tolangi kami segera mendirikan tenda. Malam pun tiba setelah makan hujan pun redah kami pun berusaha tidur di udara yang sangaaaaat duuuiiingiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin. Kenapa tidak tenda kami tepat berdiri di punggungan gunung dengan ketinggian 3016 MDPL, tengah malam kami pun saya keluar bersama hamka melihat bulan purnama tapi tak cukup stengah jam kami tak tahan dan langsung berlari kedalam tenda dan berusaha tidur kembali. Saking kencangnya angin fiber tenda kami pun patah di tiup angin.
Keesokan harinya pukul 7 pagi, setelah sarapan yang sangaaaat sedikit sekitar 7-8 sendok. Kami berlari turun gunung 2 jam berlari kami sampai di pos 5 kemudian berjalan terus akhirnya dapat pos 4 pada pukul 2 siang, kami pun istirahat dan makan siang yaitu mi instant 3 bungkus untuk 5 orang. Setelah itu perjalanan di lanjutkan lagi 3 jam kami berjalan akhirnya sampai di pos 3 kami agak sedikit lambat karna teman kami angel dari KPA WALET mengalami sakit engkel pada kaki jadi tak mampu jalan cepat dan juga hujan yang membuat trak tertutup oleh kabut, untuk keselamatan saya memutuskan camp di pos3.setelah makan secukupnya pada malam hari teman-teman medengarkan suara mistik di sekitar tenda tetapi saya tidak hanya gelisah susah tidur karna medan yang agak miring.
Pagi tiba jam7 kami pun berjalan kaki setelah sarapan yang menunya tak jauh beda dengan kemarin sekitar 7-8 sendok, teman saya pun belum sembuh malahan ramli dan mail mengalami sakit serupa. Akhirnya kami berjalan sangat pelan. Pada pukul 9 pagi kami sampai di pos2 , tampa memperdulikan kejamnya rotan yang menyayat kulit dan gigitan pacet yang sampai ke celana dalam kamipun berjalan terus karna bekal kami sudah benar-benar tinggal 4bungkus mie instant.pukul 12 kami sampai di pos1 , tampa istirahat jalan lagi dan




SAYATAN DURI
ROTAN BALIASE











Alhamdulillah pukul 2sore kami sampai di air terjun. Kami pun bersih-bersih dan memakan sisah bekal yang ada dan kembali ke desa melewati persawahan dan sungai. Pukul 3 kami sampai di rumah pak nasaruddin, pak nas sangat kaget karma kami dapat pulang dengan waktu 5 stengah hari, bahkan sangat jarang orang yang menempuh waktu seperti itu, biasanya orang paling cepat sekitar 6hari, bahkan ada yang sampai 9 hari.
.
Setelah menyantap teh hangat saya pun bertanya kepada pak nas mengapa kami tak diberi air, dia menjawab “saya melihat bahwa kalian semua nekat dan sanggup sampai ke puncak biarpun saya melarang pasti tetap naik makanya saya yakin dan hanya orang yang tidak sangguplah yang di beri air” setelah istirahat kami pun berpamitan dengan pak nas dan saya berjannji akan kembali lagi mendaki di gunung baliase. Perjalanan keluar tidaklah melelahkan karma kami sudah senang dapat kembali tampa cedera hanya bekas goresan mesra duri rotan. he he he he. di mobil kami sangat gembira dan bercerita lucu untuk menutupi perut yang keroncongan.




Puncak
Gunung Baliase
2894 mdpl












Itulah sedikit cerita dari saya khairul takdir syahri SP.d “ayyung GARIS pa” semoga dapat di jadikan bahan pertimbangan apabila ingin mendaki di tolangi dan baliase. Yang menjadi salah satuh gunung paling sulit di Indonesia kategori Rain Fores SALAM LESTARI…….

Terimah kasih kepada :
* Allah SWT yang memberi keselamatan
* Pak nasaruddin atas bimbingnnya
* Yeyen GEMPA swg atas arahanya walau tak dapat mengantar kami
* Asril KPA BATARA, atas telefonnya di pos 4
* Seluruh keluarga besar KPA GARIS Palopo
Catatan :
* Gunung baliase pertama dirintis oleh KPA BATARA sekitar tahun 80-an
* Mempunyai juru kunci yang bernama nasaruddin
* Jalur yang hampir sebagian besar kemiringan 90 derajat
* Merayap, tiarap, memanjat dan melompat adalah jalur yang dihadapi.
* Hati-hati terhadap mistik. Anoa dan jurang
* Hemat persediaan air, 5 liter/orang
* Duri rotan, pakis berduri, dan gigitan pacet hindari
* Hati-hati apabila menurun karma sangat licin


PROFIL :
•    Nama             : Khairul takdir syahri SP.d
•    Wild name   : ayyung
•    T4 / tgl lahir : wotu 21-02-1986
•    Alamat          : palopo sul-sel
•    Kpa                : GARIS Palopo
•    Phone            : 085299960666
@  Web               : ayyung.blogspot.com
Rekor :
•    G.Bawakaraeng 2800 MDPL  thn 2009
•    G.Rante Mario Latimojong 3478 MDPL thn 2009
•    G.Mekongga 2620 MDPL thn 2009
•    G.Tolangi 3016 MDPL thn 2009
•    G.Baliase 2894 MDPL thn 2009
•    G.Sesean 2100 MDPL   thn 2002-2009
•    G.Buntu Puang 1904 MDPL  thn 2009
•    G.Bambapuang 1021 MDPL thn 2010
•    G.Sinaji latimojong 2600 MDPL   thn 2010
•    G.kambuno 2950 MDPL   thn 2010
•    G.Gandang Dewata  3037 MDPL  thn 2010
Target :
•    G. Sojol 3025 MDPL  Sulawesi Tengah       thn 2011
*   Gunung-gunung  Tertinggi di Jawa Timur   thn 2011